Aneka Material Seragam Kerja dan Kelebihannya

Material kain untuk seragam kerja memang seringkali menuai kontroversi. Ada kalanya seseorang yang sudah cinta mati terhadap kain katun cenderung mengeluh saat diberi material yang berbeda oleh atasannya.

Padahal, setiap material seragam digunakan untuk tujuan yang berbeda karena memilki sfat dan peranannya masing-masing.

Bahkan untuk pekerjaan yang sangat khusus (seperti di tempat-tempat dengan tingkat radiasi tinggi atau resiko terkena infeksi kuman) menggunakan bahan yang jauh lebih kompleks.

Maka dari itulah, wajib bagi kita untuk mengenal bahan baku kain sebelum memulai mendesain dan membuat seragam kerja apapun.

Dikutip dari berbagai macam jasa layanan Konveksi Bandung yang berpengalaman dan profesional, berikut adalah 5 material yang sering mereka gunakan untuk membuat seragam kerja.

Poliester

Poliester bisa dibilang menjadi salah satu material utama yang paling banyak digunakan untuk pembuatan seragam sekolah dan seragam kerja.

Bahkan berkat sifat dan kualitasnya yang tinggi, poliester nampak multifungsi sehingga sangat cocok digunakan untuk jenis pakaian apapun.

Bukan hanya nampak halus, juga cenderung sangat tahan lama dan mampu mengikuti aktivitas para karyawan kita yang bergerak secara enerjik.

Bahan poliester juga lebih mudah saat diwarnai oleh para pelaku jasa konveksi, yang memungkinkan kita untuk dapat mempersonalisasinya secara bebas.

Sebagian besar material ini digunakan untuk seragam kerja berjenis kemeja, celana, dan rok.

Selain itu, seragam kerja berbahan dasar poliester juga tidak mudah kusut atau menyusut, sekaligus mampu mempertahankan bentuknya dalam kurun waktu yang lama.

Bersama dengan kemampuannya daam menyerap kelembapan serta cepat kering saat kebahasan, tak heran jika produk ini seringkali dikenakan di tempat yang panas dan di area dengan tingkat kelembapan tinggi.

Semua manfaatnya tersebut membuatnya digadang-gadang sebagai material terbaik untuk seragam kerja dan sekolah.

Material berkualitas tinggi artinya tidak mudah robek, meregang, atau rusak dibandingkan dengan kain yang terbuat dari kapas atau serat kain alami lainnya.

Untuk alasan ini jugalah, kamu tak perlu khawatir saat mencucinya berkat kekuatannya yang mampu menangani abrasi di dalam mesin cuci.

Nilon

Masuk ke dalam varian serat sintetis, material seragam kerja ini pertama kali diproduksi pada tahun 1935 dan menjadi salah satu polimer yang paling banyak digunakan hingga sampai hari ini.

Alasannya cukup sederhana, karena pakaian yang terbuat dari nilon cenderung ringan, kuat, mudah dibersihkan, dan mudah diwarnai – menjadikannya bahan yang sempurna untuk setiap elemen seragam kerja apapun.

Sayangnya ada kekurangan yang patut kamu waspadai, yaitu sifatnya yang tak menyerap kelembapan sehingga keringat seringkali terperangkat di kulit kita.

Pasalnya, nilon merupakan bahan sintetis 100%, sehingga kurang begitu praktis dikenakan di tempat panas. Bukannya mendinginkan tubuh, yang ada malah memerangkap panas dan membuat kamu lebih banyak mengeluarkan keringat.

Jika dibiarkan berlarut-laur, maka bisa menciptakan tempat perkembangbiakan bakteri, menyebabkan bau badan, hadirnya infeksi jamur, hingga memicu dehidrasi.

Maka dari itulah, seragam kerja nilon lebih pas digunakan di tempat dingin (seperti puncak) atau mereka yang bekerja shift malam.

Sifat serat kainnya yang tak bernafas tersebut dapat menjadi pelindung tubuh dari angin malam yang ganas.

Bukan hanya angin malam saja, nilon juga ternyata sangat tahan lama dan tahan terhadap cuaca. Tak heran banyak perusahaan yang menghadiahi karyawannya dengan seragam kerja terbuat dari nilon untuk kebutuhan outdoor.

Katun

Sebagai material yang terbuat dari kapas, kain katun menjadi pilihan terbanyak berkat harganya yang murah dan mudah untuk diproduksi.

Sifatnya yang tahan lama dan mudah diwarnai juga menjadi kelebihan yang membuatnya menjadi primadona di kalangan pecinta seragam kerja.

Serat dari kain katun mampu bernafas dengan baik, sehingga mampu menjaga karyawan kita tetap nyaman bekerja seharian penuh – entah itu di dalam maupun di luar ruangan dengan cuaca yang panas.

Tapi tetap saja masih ada kekurangan yang harus kamu ketahui dan waspadai!

Misalnya, kain katun cenderung lebih bersifat menyerap dan menahan air. Belum lagi proses pengeringannya setelah dicuci dan dijemur cukup memakan waktu yang lama.

Kemudian saat ingin dilipat dan dirapikan, kain katun biasanya nampak kusut dan kurang begitu enak untuk dilihat (kecuali setelah disetrika).

Makanya, banyak para penyedia jasa konveksi yang juga mencampurkan bahan poliester untuk mengakali kekurangannya tersebut.

Biasanya, rasio antara katun dan poliester dalam sebuah seragam kerja ada pada angka 90:10.

Dengan kata lain, poliester hanya digunakan sedikit saja untuk mengatasi kekusutan pada pakaian, tetapi masih bekerja dengan sangat baik.

Dakron

Masih masuk ke dalam jenis material poliester dan serat sintetis, kain Dakron ternyata sudah hadir dan banyak digunakan sebelum Perang Dunia 2!

Dikembangkan oleh sebuah perusahaan kimia semenjak tahun 1940-an, material ini umumnya digunakan sebagai bahan penguat bagi celana dan rok pada seragam kerja.

Material kain dakron sangatlah terkenal akan daya tahan, konsistensi, dan kualitasnya di saat yang bersamaan.

Berbeda dengan serat alami (seperti katun), dakron cenderung bersifat hipoalergenik, tidak menyerap kelembapan dan cairan, serta tahan infeksi jamur.

Fleksibilitas serat sintetis ini secara keseluruhan telah menjamin para pemakainya tetap nyaman saat mengenakannya sepanjang hari, terutama ketika bekerja di dalam ruangan berbasis industri tekstil.

Jika dibandingkan dengan poliester, dakron tentunya memiliki keunggulan karena sifatannya yang kurang reaktif.

Alhasil, seragam kerja yang terbuat dari material ini cenderung tidak merespon kelembapan.

Sebaliknya, poliester cenderung menyerap kelembapan sehingga menjadikannya bahan yang ideal untuk aktivitas berat seperti berolahraga dan pekerjaan yang membutuhkan gerak tubuh tingkat tinggi lainnya.

Wol

Perlu diingat bahwa kain wol tidak dapat dikenakan secara tunggal dalam pembuatan seragam kerja, melainkan haruslah digabungkan dengan bahan lain seperti halnya antara katun dan poliester.

Kemudian secara fungsi lebih mirip seperti kain nilon karena lebih cocok digunakan di tempat dingin (seperti puncak atau bekerja di luar ruangan saat shift malam).

Ketika digabungkan dengan poliester, seragam kerja dari wol ini mampu membuat lapisan tengah yang benar-benar sempurna dengan cara menahan suhu panas sehingga terhindar dari cuaca dingin.

Bahkan ketika kita kehujanan dan seragam kerja kita sedikit kebahasan, kain wol tetap mampu menghadirkan suhu hangat – mencegah kita terkena masuk angin.

Faktanya sudah banyak penelitian yang menghubungkan antara penggunaan kain wol pada seragam kerja dan kesehatan pada pemakainya.

Misalnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan mengenakan kain wol di malam hari, maka dapat meningkatkan kualitas tidur, membantu kondisi kulit tetap stabil, memiliki sifat anti bakteri, dan membantu mengatasi asma.

Seperti yang kita tahu bahwa salah satu syarat untuk membuat seragam kerja yang berkualitas baik itu mengedepankan kesehatan dan keamanan.

Jadi, pastikan kamu jadikan kain wol ke dalam daftar pilihan jika karyawan kita sering bekerja di tempat dingin atau di malam hari yang penuh dengan resiko penyakit terkait cuaca.

Leave a Comment