Fakta! Seragam Kerja Ternyata Tingkatkan Produktivitas

Mengenakan seragam perusahaan dan pakaian kerja telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas karyawan!

Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut terjadi, dimulai dari waktu persiapan di pagi hari menjadi lebih singkat hingga mendorong psikologi staff untuk tetap pada “mode siap bekerja” selama seharian penuh.

Tentu saja, fakta ini sudah didukung oleh beberapa penelitian yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir ini.

Misalnya, menurut sebuah studi yang dikutip oleh website Konveksi Bandung menuliskan bahwa sekitar 61% karyawan memang nampak produktif saat berpakaian kasual di tempat kerja, akan tetapi tingkat produktivitas mereka meningkat menjadi 80% ketika mengenakan seragam kerja yang mereka sukai.

Itu artinya, pembuatan dan desain seragam kerja tak boleh dilakukan secara ngasal karena berpengaruh besar terhadap psikologi dan semangat staff kita nantinya.

Alasan Kenapa Seragam Kerja Meningkatkan Produktivitas

Memang sampai sekarang masih banyak staff karyawan yang memperdebatkan keperluan mengenakan seragam di tempat kerja – apalagi jika perusahaan kamu baru-baru ini ingin beralih dari pakaian kasual menjadi pakaian khusus.

Namun seiring waktu, karyawan dari berbagai industri bisa menyesuaikan dirinya sendiri.

Jadi, tak perlu takut untuk mulai mengubah aturan cara berpakaian sekalipun nampak berat dan mustahil di awal-awal.

Jika masih ragu, silahkan libatkan perwakilan di setiap tim atau divisi untuk membuat seragam kerja terbaru, agar nantinya tidak menuai kontroversi akibat seragam kerja yang kurang disukai.

Saat peralihan dari baju kasual ke seragam kerja berhasil dilakukan, maka produktivitas pun akan meningkat dengan sendirinya.

Alasannya cukup sederhana, yaitu…

Lebih Dari Sekedar Tradisi

Seragam sebenarnya telah menjadi bagian dari dunia kerja selama berabad-abad lamanya, bahkan dimulai dari zaman kerajaan kuno.

Kala itu, para pelayan kerajaan (dimulai dari bagian pertahanan hingga pembantu rumah tangga) memainkan peran penting dalam mengurus bagian dalam dan luar kastil istana.

Berkat hal tersebutlah, sebagian besar kerajaan dapat bertahan antara puluhan hingga ratusan tahun lamanya.

Nah, pemakaian seragam kerja tersebut pun diaplikasikan ke dalam dunia bisnis modern seperti sekarang.

Dengan mengenakan pakaian perusahaan yang telah ditentukan, maka secara psikologi mereka akan merasa diakui dan menjadi cikal-bakal akan meningkatnya produktivitas.

Bahkan banyak karyawan yang berharap perusahaan tempat mereka bekerja tetap stabil dan awet selama mungkin.

Mendorong Pola Pikir yang Lebih Baik

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa seragam kerja dapat mengimplementasikan rasa memiliki bagi karyawan.

Di saat yang bersamaan, pakaian tersebut pun bisa menjadi ekspresi diri bahwa sejatinya “mereka sedang bekerja, mencari nafkah, berusaha, dan sebagainya”.

Perasaan dan pola pikir ini sangatlah berperan penting terhadap tingkat produktivitas karyawan kita dalam jangka panjang.

Penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa pakaian formal cenderung mampu tampil lebih baik dalam berbagai macam situasi kerja dibandingkan dengan pakaian kasual – sekalipun hal tersebut tak berlaku untuk semua industri.

Meningkatkan Kemampuan Otak dan Kognitif

Memang nampak seperti takhayul dan mitos semata, namun faktanya tidak demikian!

Apalagi jika teori tersebut sudah didukung penelitian yang dilakukan oleh Social Psychological and Personality Science beberapa tahun lalu.

Dalam tes tersebut, para peneliti tersebut membagi subjek ke dalam 2 kelompok – 1 mengenakan pakaian kasual dan kelompok lainnya mengenakan seragam kerja – untuk kemudian mengikuti tes kognitif.

Di akhir penelitian ditemukan bahwa mereka yang berpakaian seragam kerja cenderung menunjukkan peningkatan pemikiran abstrak dibandingkan dengan mereka yang mengenakan pakaian kasual.

Nah, tes ini menjadi bukti bahwa mengenakan seragam kerja bisa meningkatkan kemampuan otak yang mengarah pada produktivitas di tempat kerja menjadi lebih baik lagi.

Mengurangi Waktu Persiapan di Pagi Hari

Jika sebuah perusahaan tak mengharuskan karwayannya mengenakan seragam kerja, maka staff tersebut seringkali mengalami kesulitan memikirkan pakaian yang hendak dikenakan di hari tersebut.

Semakin muda usia mereka, maka akan semakin sulit dalam mengambil keputusan karena erat hubungannya dengan penampilan.

Nah, dampak negatif dari “persiapan” tersebut bisa menguras tenaga hingga 25% dan terbilang sangat sia-sia.

Sebaliknya, seragam kerja yang telah ditentukan bisa menghemat tenaga tersebut sehingga tingkat produktivitas di tempat kerja pun menjadi jauh lebih optimal.

Memang beberapa perusahaan IT modern lebih terlihat kasual. Sebut saja Steve Jobs dan Mark Zuckerberg yang senantiasa terlihat berpakaian kaos dan celana jeans.

Namun lain lagi ceritanya jika pekerjaan kita melibatkan pelayanan dan dihadapkan dengan operasi mesin.

Industri pelayanan mengharuskan staff perusahaan tetap rapi, profesional, formal, dan enak dilihat, serta keseragaman antara rekan kerja.

Sementara bagian pergudangan, pabrik, dan engineer permesinan haruslah mengutamakan keselamatan kerja.

Maka dari itulah, seragam kerja masih tetap dibutuhkan tak peduli zaman sudah beralih menjadi modern dan serba cepat seperti sekarang.

Efek Seragam Kerja Terhadap Psikologi Karyawan

Seragam kerja ternyata tak hanya memainkan peran penting dalam menjaring calon pelanggan dan klien, juga berefek positif terhadap psikologi karyawan kita.

Dengan kata lain, menyediakan seragam lebih dari sekedar pilihan estetika perusahaan.

Bagaimana tidak, ada tujuan psikologis di balik seragam kerja yang mereka kenakan, yang mana menjadi dorongan bagi mereka untuk tetap bekerja secara produktif seharian penuh!

Misalnya seperti ini…

Membuat Karyawan Berpikir Secara Lebih Pintar

Jika kamu memiliki karyawan yang pintar, maka tingkat kepintaran mereka bisa meningkat drastis saat sedang mengenakan seragam kerja.

Dalam bahasa psikologis, mengenakan seragam kerja ini dapat mendorong orang untuk menggunakan pemrosesan berpikir secara abstrak menjadi lebih mudah daripada pemrosesan konkret.

Sederhananya, penelitian tersebut ingin menjelaskan bahwa dengan mengenakan seragam kerja maka mampu mendorong para staff karyawan untuk berpikir lebih holistik tentang suatu masalah dan pada detail tugas harian.

Lebih Mudah Bekerja Sama

Seragam juga menjadi cara yang paling efektif untuk menyatukan semua anggota staff kita.

Pakaian dengan desain serupa lengkap bersama logo perusahaan yang ditampilkan dengan jelas di salah satu bagian permukan kainnya bisa mendorong satu karyawan terhubung dengan karyawan lainnya.

Ketika para staff mengenakan seragam, mereka merasa menjadi bagian dari kelompok dan rasa semangat tim pun bisa semakin dipupuk.

Contoh konkritnya bisa terlihat antara karyawan tetap dan trainee. Biasanya, para trainee belum diberi seragam kerja karena berbagai macam alasan tertentu.

Kemudian sesaat setelah status mereka berubah menjadi karyawan tetap, maka seragam kerja menjadi salah satu bukti dan penghargaan pertama akan kesuksesan mereka.

Dari sana, sisi psikologis akan memainkan peran besar untuk memupuk solidaritas dan produktivitas kerja.

Keterlibatan Positif Sama Dengan Produktivitas

Di perusahaan manapun, penting bagi sang karyawan untuk merasa dihargai dan memiliki identitas diri.

Nah, dengan mengenakan seragam kerja, maka secara langsung kita menutup kedua lubang tersebut dalam sekali dayung.

Sesaat setelah kedua kekurangan tersebut berhasil dihilangkan, maka keterlibatan mereka dengan perusahaan secara positif dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Budaya di tempat kerja menjadi jauh lebih optimal, sekaligus memperkuat gagasan bahwa semua karyawa merupakan bagian penting dan berharga di mata perusahaan.

Leave a Comment