Jenis Seragam Kerja Berdasarkan Tipe Pekerjaan

Ketika kita memutuskan untuk mulai mendesain, membuat, dan memesan seragam bagi karyawan, mungkin kamu bertanya-tanya, “jenis seragam apa” yang mungkin cocok untuk layanan atau jasa bisnis yang tengah kita geluti saat ini.

Pasalnya ada banyak sekali pilihan, yang masing-masing diantaranya didesain mengikuti standar keselamatan kerja berdasarkan tingkat bahaya dan resiko yang menyertainya.

Jadi sebelum kamu benar-benar memesan dalam jumlah besar, sebuah Konveksi Bandung ternama pastinya menyarankan kita untuk mengidentifikasi terlebih dahulu jenis layanan yang disediakan oleh perusahaan kita.

Setelah itu barulah berbicara masalah desain, warna, dan penempatan logo untuk kebutuhan marketing dan brandingan merk produk.

Maka dari itulah, kita coba diskusi lebih mendalam mengenai tipe seragam kerja yang akan kamu gunakan nanti.

Varian ini bisa kita bagi ke dalam dua kategori, yaitu berdasarkan jenis pekerjaan dan desain seragam kerja itu sendiri.

Kita mulai dari…

Jenis Seragam Kerja Berdasarkan Job

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa beda job maka beda pula seragam kerja yang harus kita buat.

Alasannya cukup sederhana, yaitu demi menawarkan keamanan, keselamatan, dan tampilan di saat yang bersamaan.

Adapun jenis pekerjaan yang paling banyak menggunakan seragam kerja diantaranya adalah sebagai berikut.

Perusahaan Industri

Seragam kerja industri biasanya terdiri dari baju lengan pendek, baju lengan panjang, dan celana panjang.

Ada pula jenis kemeja yang terbuat dari bahan anyamanan super rapat agar tahan lama, tetapi juga tetap nyaman saat dikenakan sepanjang hari.

Jenis industrial yang ideal untuk seragam kerja semacam ini biasanya berlokasi di konstruksi pabrik.

Salah satu teknologi yang menyertai pembuatan seragam kerja industri saat ini adalah Touchflex, yang mana nantinya mampu menawarkan kenyamanan dan daya tahan dalam jangka waktu lama sekalipun sering dicuci.

Perusahaan Otomotif

Hampir sama dengan dunia industri, seragam kerja otomotif juga membutuhkan kemeja yang terbuat dari bahan tebal agar tahan lama dan memfasilitasi tingkat kerja mereka yang cenderung keras.

Sebagian besar desain seragamnya berupa kemeja berkancing atau kaos polo, yang mencakup baju lengan pendek dan panjang.

Gaya lain yang lebih macho juga seringkali diperlihatkan oleh para teknisi auto tersebut, misalnya jaket yang nampak gagah dan bernuansa cowok banget!

Bahan dari seragam kerja otomotif haruslah mampu menahan cairan kimia, noda minyak, dan cairan kaustik.

Jika menggunakan kain secara ngasal, maka noda tersebut akan sulit dibersihkan dan seragam bisa cepat mengalami keausan dan rusak.

Bisnis Kantoran

Banyak para pekerja kantoran yang tak mengenakan seragam kerja dan lebih memilih mengenakan kemeja kasual dan celana sayur atau bahkan jeans hitam.

Namun dikarenakan adanya tuntukan marketing dan brandingan merk, saat ini penggunaan seragam kerja kantoran mulai semakin ditingkatkan.

Material seragam kerja ini biasanya terbuat dari bahan tipis yang mudah bernafas, terutama kain katun.

Sebagian besar pakaian kantor lebih berorientasi pada penampilan – dan bukan pada keselamatan kerja.

Restoran

Meskipun restoran berkelas masih sering mengenakan seragam koki, namun kita tak boleh mempersempit pilihan yang ada – terutama jika restoran tersebut berupa tempat makan lokal atau café yang kasual.

Seragam kerja restoran harus dibedakan ke dalam 2 kategori lagi, yaitu khusus untuk ahli memasak dan penerima tamu.

Para koki haruslah mengenakan seragam kerja yang berorientasi pada keselamatan kerja di dapur. Sementara penerima tamu haruslah berfokus pada penampilan.

Material dasar yang digunakan pun haruslah terbuat dari kain yang tahan lama, anti noda, dan tak bersifat menyusut.

Apalagi warna seragam kerja umumnya selalu menggunakan spektrum terang seperti putih sebagai ciri kehigienisan produk makanan yang mereka buat dan sajikan.

Perusahaan Pengolahan Makanan

Berbeda dengan restoran yang langsung menyajikan makanan untuk disantap, porsi kerja di pengolahan makanan biasanya dihabiskan di dalam pabrik untuk menciptakan produk sasetan atau setengah jadi.

Untuk itulah, seragam kerja di pabrik pengolahan makanan cenderung membutuhkan proses pembersihan secara khusus untuk menghindarkan mereka dari kontaminasi seperti bakteri, virus, jamur, dan benda asing berbahaya lainnya.

Paketan dari pakaian kerja ini biasanya meliputi jas, smock, celana, dan kemeja kancing lengan panjang atau pendek.

Bahkan perusahaan pengolahan makanan tertentu mengharuskan karyawannya mengenakan pakaian hazmat atau pelindung laboratorium.

Pakaian Medis

Seragam medis biasanya menawarkan banyak pilihan, di mana yang paling umum adalah seragam kerja scrub yang dikhususkan bagi paramedis.

Scrub ini pun tersedia dalam berbagai macam gaya, dimulai dari unisex, pria, dan wanita.

Sementara para dokter lebih senang mengenakan jas lab berwarna putih sebagai pembeda dan ciri sterilisasi.

Namun apapun gaya dan desainnya, seragam medis haruslah terbuat dari bahan berkualitas tinggi yang tahan akan noda agar tidak menjadi sarang kuman berbahaya.

Seragam Kerja Berdasarkan Jenis Pakaian

Dari tadi kita menyebut beberapa jenis pakaian kerja dimulai dari kaos dan kemeja, hingga pakaian lab dan hazmat.

Tetapi secara jenisnya bisa kita bagi ke dalam beberapa bagian yang jauh lebih umum dan lebih mudah kita cerna.

Biar tak salah dalam memilih tipe pakaian dan materialnya, ada baiknya kamu mengetahui varian dasar dari seragam kerja tersebut.

Dan berikut adalah jenis-jenis yang paling umum dikenakan di dunia kerja.

  • Kemeja Kerja. Seragam yang paling umum dikenakan karena menjadi varian yang paling murah dan berbalut gaya semi-kasual. Bagi pria biasanya menggunakan kemeja polo karena menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan formailtas.
  • Fleece. Seragam kerja yang ramah lingkungan. Hadir dalam bentuk kemeja atau kaos untuk kebutuhan dan tujuan tertentu. Namun secara tradisional seringkali dikenakan di luar ruangan karena kemampuannya dalam menahan kondisi cuaca panas.
  • Seragam Visibilitas Tinggi. Seragam keselamatan kerja bagi mereka yang bekerja di lingkungan yang gelap (pertambangan) atau di malam hari (security, satpam, hansip, dan polisi). Set pakaian ini bisa berupa t-shirt, jaket, coverall, rompi, dan topi.
  • Coverall. Seragam kerja ini biasanya berupa one-pieceyang ditujukan untuk menjaga kotoran atau tumpahan mengotori tubuh.
  • Seragam Anti Api. Bagi karyawan kita yang senantiasa berhadapan dengan benda panas, listrik, pemadan kebakaran, hingga suhu yang dapat membuat tubuh terbakar, maka seragam anti api sangatlah dibutuhkan sebagai bagian dari keselataman dan keamanan kerja.
  • Seragam Anti Basah. Desainnya memang hampir mirip dari seragam anti api di atas, akan tetapi dari segi fungsi lebih berorientasi pada ketahanan terhadap air dan cuaca basah.

Dengan memesan seragam kerja yang tepat untuk masing-masing pekerjaan bagi karyawan kita, maka diharapkan mampu mencegah hal-hal yang tak diinginkan seperti kecelakaan di tempat kerja.

Silahkan pilih pakaian yang sesuai dengan tingkat resiko yang dihadapi oleh staff kita setiap harinya.

Sementara khusus untuk perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan jasa, maka pakaian bermode dan bergaya menjadi suatu keharusan karena lebih mementingkan sisi penampilan saat melayani pelanggan.

Leave a Comment