Tips Kombinasi Warna Seragam Kerja

Ada faktor penting saat kita ingin mulai mendesain dan membuat seragam kerja, yakni kenyamanan, daya tahan, dan gaya.

Setelah ketiganya berhasil diaplikasikan dan gambar dasarnya nampak disukai oleh karyawan kita, saatnya mulai mengimplementasikan logo dan warna pakaian.

Menurut pendapat banyak orang, warna seragam kerja yang bagus itu haruslah disamakan dengan spektrum dari merk atau logo bisnis kita.

Padahal tidak selalu demikian adanya!

Ada kalanya kita harus membuatnya nampak berbeda untuk berbagai macam alasan tertentu.

Menurut sebuah konveksi Bandung ternama yang profesional, perbedaan warna antara logo dan seragam kerja juga dapat memberikan manfaat tertentu, misalnya:

  • Menyesuaikan dengan sifat industri bisnis kita.
  • Lebih mampu menggelitik pelanggan.
  • Tidak kaku.
  • Nampak kontras sehingga aktivitas branding bisa lebih efektif dan efisien.
  • Terhindar dari tampilan monokrom.

Jika masih belum yakin untuk mengimplementasikan warna seragam kerja yang berbeda dengan warna logo perusahaan, simak dulu apa kata profesional marketing di bawah ini.

Kombinasi Warna Seragam Sangatlah Penting

Bahkan daripada logo atau desain, warna cenderung lebih mampu mengkomunikasikan antara diri kamu dengan calon pelanggan potensial.

Selama berabad-abad lamanya, banyak orang senantiasa menginvestasikan biayanya hanya untuk mencari tahu efisiensi psikologi warna dengan jasa yang dijual.

Contoh paling sukses bisa kita lihat dari produk makanan cepat saji bernama McDonald.

Dulu, mereka mengimplementasikan warna merah atau kuning yang sejalan dengan warna logo perusahaan mereka.

Sekarang, desain warna seragam kerja untuk karyawan McDonald diubah 180 derajat menjadi warna yang netral, yakni abu-abu gelap tanpa harus menghilangkan warna asli dari logo mereka.

Perubahan ini pun tentunya dilakukan pula untuk cabang McDonald di Indonesia, yang kemudian malah membantu tampilan logo menjadi jauh lebih kontras dan bersinar di atas background yang gelap.

Alhasil, semenjak tahun 2019 lalu, keuntungan McDonald meningkat pesat menjadi sekitar 6 triliun dollar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Lantas, warna apa saja yang harus kita pilih untuk diaplikasikan pada seragam kerja?

Sebelum kamu memutuskan mana yang terbaik, ada baiknya untuk mengerti terlebih dahulu sifat dari masing-masing warna tersebut dan bagaimana efeknya terhadap bisnis kita dalam jangka panjang.

Warna Seragam Kerja yang Paling Banyak Digunakan

Apapun industri bisnis kamu saat ini, beberapa pertimbangan di balik psikologi melalui warna seragam kerja pastinya akan menuai manfaat tersendiri.

Demi memanfaatkan merk dan seragam karyawan kita dengan sebaik-baiknya, maka bisa dimulai dengan beberapa warna paling umum digunakan lengkap dengan artinya.

HItam

Seragam kerja berwarna hitam cenderung lebih mampu memproyeksikan otoritas, pengetahuan, dan kecanggihan.

Tak heran jika para pemakainya adalah mereka yang memiliki skill di bidang tertentu, terutama para engineer.

Selain itu, spektrum hitam juga disukai dan nampak populer secara universal, jadi sangat ideal bagi perusahaan yang sudah memiliki banyak karyawan dan staff.

Bahkan menurut sebuah survey, sebanyak 56% responden lebih menyukai warna hitam karena mampu membuat mereka jauh lebih percaya diri di tempat kerja.

Hanya saja pakaian hitam lebih direkomendasikan dikenakan dalam ruangan (bukan untuk pekerja lapangan) karena sifatnya yang menyerap panas dan mentransmisikannya ke kulit.

Sebaliknya, jika dikenakan di tempat dingin (seperti area puncak), maka warna hitam akan membantu tubuh tetap hangat sekalipun di malam hari.

Sebagai bonusnya, warna hitam cenderung tak menimbulkan noda sehingga bisa mempertahankan penampilannya sepanjang hari menjadi lebih mudah.

Hijau

Warna hijau memberikan aura ketenangan dan pertumbuhan. Tak heran jika banyak perusahaan yang bekerja di bidang agrikultur menyukai warna yang satu ini.

Selain itu, puskesmas dan apotek juga biasanya memilih warna ini karena terdapat keterkaitan yang sangat erat dengan dunia kesehatan.

Berbeda dengan putih yang lebih mencolok karena nampak jauh lebih steril (seperti dokter dan suster), warna hijau bisa menjadi jembatan antara dunia kesehatan yang lebih mendetail dengan masyarakat umum.

Silahkan pilih warna hijau untuk seragam jika perusahaan kamu ingin tampil dan melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda.

Putih

Nuansa murni, bersih, steril, dan ketenangan adalah 4 dari banyaknya sifat yang dimiliki oleh warna putih dari seragam kerja.

Dimulai dari terapis kecantikan dan dokter hingga petugas kesehatan lainnya, mereka lebih condong terhadap warna yang satu ini untuk berbagai macam alasan psikologi.

Selain itu, sang koki masak juga memilih warna putih karena erat kaitannya dengan kebersihan.

Seperti yang kita tahu, industri makanan haruslah menjaga rasa lezat dan sterilisasi di saat yang bersamaan – karena masih erat kaitannya dengan kesehatan tubuh kita secara nyata.

Dikarenakan sifatnya yang lebih condong terhadap kedua industri tersebut, jarang perusahaan penyedia jasa dan marketing mengimplementasikan kepada seragam kerjanya.

Faktanya, warna putih sudah benar-benar ter-branding secara kuat untuk dunia kedokteran dan koki memasak.

Merah

Seragam kerja berwarna merah memberikan kesan dinamis, semangat, dan percaya diri.

Berkat sifatnya tersebut jugalah, kemeja atau kaos merah seringkali digunakan sebagai pakaian kerja di beberapa industri pelayanan termasuk restoran, departemen store, dan di lingkungan yang menghadapi pelanggan secara langsung.

Warna merah ditujukan bukan hanya untuk menunjukkan sisi semangat para pemakainya, juga menanamkan kepercayaan pada staf dalam perihal menarik perhatian pelanggan.

Sementara dalam sudut pandang para pelanggan, warna merah yang dikenakan oleh staff kita bisa berarti cinta, gairah, sportivitas, dan semangat bekerja tinggi.

Biru

Pilihan paling umum dan paling banyak digunakan sebagai seragam kerja kantor, karena menyiratkan kekompakan, kepercayaan, kepemilikan, dan menjaga rahasia atau amanah.

Banyak bisnis perbankan lebih condong terhadap warna biru daripada hitam karena kesan yang diberikan lebih ramah serta terbuka, tetapi tetap menjanjikan keamanan dalam jangka panjang.

Abu-Abu

Entah itu warna abu muda, abu tua, atau bahkan perak, ketiganya masih memiliki satu kesamaan, yakni memberikan kesan keahlian teknologi dan kemampuan ilmiah.

Namun warna abu masih bisa juga dijadikan sebagai warna dasar seragam kerja pada industri lainnya, seperti contohnya pada perusahaan makanan cepat saji McDonald di atas.

Jadi jika kamu tengah mencari warna netral untuk meningkatkan sisi kontras logo perusahaan, maka spektrum ini terbilang yang terbaik.

Warna ini ada di antara spektrum putih dan hitam, yang mana keduanya cenderung menarik perhatian karena masuk ke dalam warna dasar yang sangat kuat.

Sementara abu-abu lebih bernuansa santai dan calm, yang kemudian dapat berefek maksimal pada kebutuhan brandingan merk.

Kuning

Secara tradisional, warna kuning melambangkan kebahagiaan, optimisme, dan kreativitas.

Perasaan hangatnya tersebut kemudian diaplikasikan ke dalam beberapa industri kerja seperti bidang perdagangan, konstruksi, dan manufaktur.

Selain itu, warna kuning juga lebih mampu memberikan nuansa lapar pada seseorang sehingga seringnya digunakan oleh para pelaku bisnis kuliner.

Jadi, silahkan pilih warna kuning jika kamu ingin menarik rasa hangat atau lapar para pelanggan, untuk kemudian disusul dengan strategi brandingan melalui logo perusahaan yang tersemat di salah satu bagian seragam kerja kita.

Leave a Comment